MEDAN-Pendiritaan Andika Ariadi (8) yang menjadi korban Malpraktek pihak Rumah Sakit Mongonsidi (RS Boloni sekarang) menjadi perhatian khusus anggota dewan DPRD Medan.
Salman Alfarisi Lc, anggota Komisi B DPRD Medan menyayangkan kondisi yang dialami oleh Andika. " Prihatin sekali saya dengan keadaan yang dialami oleh anak malang ini, " Simpati Salman kepada wartawan, Kamis (7/1)
Lebih jauh Salman melanjutkan, pihak rumah sakit harus bertanggung jawab atas kasus ini, dan jika pihak rumah sakit menghindar atas tuduhan karena perrubahan nama rumah sakit, maka menurut Salman, pemilik Rumah Sakit Mongonsidi harus dilacak keberadaannya demi mempertanggung jawabkan perihal mal praktek ini.
" Pasien telah membayar pengobatan, dan mengharapkan kesembuhan bukan sebaliknya, maka dinas kesehatan juga harus menangani masalah serius ini, dan semoga hal ini menjadi pelajaran penting bagi pihak rumah sakit yang terkesan sembarangan saat menangani pasien tidak mampu, " Papar Salman.
Seperti diketahui sebelumnya, Telah tiga tahun Andika tertidur diatas kasurnya, tanpa dapat mengeluarkan sepatah katapun, lendir terlalu bebas tumpah dari mulutnya, tubuhnya juga semakin kurus, begitu lah kondisinya saat Metro 24 Jam berada dikediamannya di Jalan Yos Sudarso Gg. Tape Lingkungan I Medan Deli.
" Awalnya, andika mengalami demam tinggi dan kemudian dilarikan kerumah sakit Mongonsidi, namun saat itu dia tak sadarkan diri selama dua bulan dan dinyatakan koma oleh pihak rumah sakit Mongonsidi, namun sebelum koma, andika sempat mengeluh kesakitan akibat suntikan yang diberi dokter, bahkan katanya tusukan jarum itu seperti mengenai tulangnya, " Beber Katiyem, Nenek Andika.
Sementara, Nurtuah Tanjung S.Ag, tokoh masyarakat didaerah itu mengatakan, terlalu dini Andika harus merasakan hal tragis itu, kekecewaan terhadap pihak Rumah Sakit Mongonsidi pun berulang kali diucapkannya.
" Sangat prihatin saya pribadi menyaksikan hal ini, saya selaku tetangga andika sangat menyayangkan keadaan ini, maka dari itu saya berusaha semampu mungkin untuk membantunya," Papar ustad Tanjung, sapaannya.
Menurutnya, keluarga Andika sudah tidak percaya lagi dengan pihak Rumah Sakit, bahkan keluarga anak malang ini sempat mengadukan kondisi anaknya kepada orang pintar, namun hal yang sama didapatkan, nihil atau tanpa hasil.
Masih kata Ust. Tanjung, keluarga Andika telah kehilangan uang sebesar 15 juta guna menyembuhkan Andika, namun setelah uang itu diberikan dukun yang sempat membuat Andika bersuara itu hilang bagai ditelan malam.
Sedangkan pengakuan orang tua Andika, Suryadi, sejak 21 Desember 2005 lalu awal peristiwa ini. semua yang diutarakan Suryadi persis dengan pemberitaan yang diberikan oleh tetangganya yang memberikan perhatian penuh padanya.
Kemalangan yang menimpa Andika, juga membuat Ikrimah Hamidy ST, Wakil Ketua DPRD Medan ikut berkomentar, Sebaiknya keluarga Andika melaporkan hal ini pada dinas kesehatan,dengan maksud mengharapkan bantuan dari pemko (pemerintah kota) Medan dan boleh juga keluarga melaporkan hal ini ke DPRD Medan agar para anggota dewan dapat meringankan beban untuk nya.
" Jika perlu laporkan juga hal ini pada LBH, guna menuntut keadilan untuk masyarakat kecil yang tidak mampu, juga kepada Amil Zakat tidak ada salahnya mengadukan kondisi ini, maka kemungkinan yang akan didapatkan adalah, bantuan meringankan penderitaan Andika, bisa saja bantuan akan dikonversikan melalui usaha dagang dan lain-lain agar orang tua yang bekerja sebagai buruh pabrik dapat mandiri," Tandas Ikrimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar