MEDAN-Perbaikan drainase yang belum tuntas dikerjakan selama lebih kurang sebulan, membuat resah warga Jl.Mayor P.Berayan Kota. Hal ini dikarenakan, akses keluar masuk kenderaan dari Jl.Yos Sudarso ke Jl.Mayor yang hanya dengan mengandalkan satu plat besi berukuran pas-pasan satu colt diesel yang disediakan pihak swasta, tak ayal menyebabkan akses keluar masuk kenderaan baik roda doa maupun roda empat terkendala dengan kemacetan yang kerap terjadi.
“Drainase dibongkar lantaran perbaikan jalan, dan sesudah selesai pengerjaan perbaikan jalan, riol drainase tidak ditutup kembali, sehingga mempersulit aktifitas warga dan juga pedagang di sini”ujar salahseorang tokoh masyarakat Pulo Brayan Kota Mulyadi Santoso, Jum'at (8/1) .
Mulyadi Santoso berharap pihak Pemko Medan agar secepatnya merealisasikan perbaikan drainase, sehingga dapat memperlancar kembali akses keluar masuk Jl.Mayor P.Berayan Kota. Tidak hanya warga yang merasa terganggu dengan perbaikan roil drainase yang tidak ditutup kembali, melainkan sejumlah pedagang pun mengeluhkan terbatas akses keluar masuk bagi kenderaan.
“Badan jalan sudah diaspal, hanya saja riol drainase yang dibongkar tidak ditutup kembali, sehingga sangat sering terjadinya kemacetan di sini. Tingkat kunjungan pembeli pun sepi, lantaran akses keluar masuk terkendala, diakibatkan riol drainase yang tidak ditutup kembali,” ujar salahseorang pedagang A Siahaan.
Akses keluar masuk kenderaan dari Jl.Yos Sudarso menuju Jl.Mayor selama ini tidak hanya dilalui para warga maupun para pedagang, melainkan juga merupakan jalur yang ditempuh para pelajar dan guru-guru Perguruan Sutomo-II Medan. Dengan perbaikan riol drainase Jl.Mayor diharapkan dapat mengatasi terjadinya kemacetan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar