MEDAN-Meskipun menuai kontroversi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) masih tetap dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada bulan Maret. Tentunya hal ini menuai protes dari para peserta didik atau siswa/i yang menjadi korban dari UN tersebut.
Abdillah pelajar SMAN 10 Medan kepada Madani Online mengungkapkan keberatannya dengan pelaksanaan Ujian Nasional ini. Hal ini dikarenakan UN adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia karena telah mengubah tujuan pendidikan yang seharusnya menjadi proses pencerdasan anak bangsa justru dijadikan target pelulusan siswa dengan menggadaikan nilai kemanusiaan.
“Bisa dilihat, setiap tahun korban UN terus bertambah terutama bagi siswa tidak lulus dan merupakan siswa kategori berprestasi,” terangnya.
Hal senada juga di katakana, Sugiatmo siswa SMAN 10 Medan, dirinya mengatakan ketidak setujuannya dengan pelaksaanan UN. Walaupun demikian, jika UN adalah suatu kewajiban untuk lulus ya harus siap tempur.
“saya tidak punya persiapan khusus saat ini hanya belajar di sekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah jika ada tugas dari guru,” terangnya.
Sementara itu, Sisil Pelajar SMK I DWI WARNA Medan mengatakan UN yang nantinya akan dilakukan Maret 2010 mendatang tidak akan membebani dirinya. “Untuk apa kita protes terhadap pelaksanan UN. Yang pasti kita siapkan diri mulai dari sekarang dalam menghadapiya,” ucapnya semangat.
Lebih jauh Sisil mengatakan, walaupun UN standar kelulusannya terus bertambah tidak membuat dirinya gentar dalam menghadapinya. “ saya harus optimis dan mulai dari sekarang lebih giat lagi untuk belajar di sekolah maupun diluar sekolah menjelang UN,” tambah Sisil.
Januari 11, 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar