Januari 10, 2010

Semangat Persatuan Perlu Kembali Dikobarkan

Madani Online

Bayu rahmad putra: Madani Online

Indonesia adalah negara yang santun, namun akibat kebebasan yang kebablasan menyebabkan tali persaudaraan merengggang. Umat Islam pun menjadi sangat mudah untuk dipecah belah, karena tidak memiliki kekuatan. Oleh karena itu semangat persatuan ini perlu kembali dikobarkan.

Demikian dikatakan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Suryadharma Ali, Minggu (10/1) di Lapangan Merdeka Medan dihadapan ribuan umat Islam dari 10 provinsi di Sumut pada acara silaturrahmi umat Islam se-Sumatera.

Bersatu menurut Menag ini, merupakan prinsip dasar dari persaudaraan. Namun sayangnya, persaudaraan tersebut kini telah merenggang. Ini sebagai akibat masyarakat atau rakyat dihinggapi euforia kebebasan yang kebablasan.
“Kebebasan yang disalah maknai, kebebasan tanpa batas. Akibat kebebasan tersebut, banyak pihak yang bersikap, berprilaku dan berkata seenaknya tanpa memperhatikan akhlak budaya dan norma yang sesungguhnya. Budaya yang penuh dengan kesantunan,”katanya.

Oleh karena itu lanjutnya kita harus merajut kembali tali persaudaraan tersebut, agar umat Islam tidak lagi bercerai berai. “Sanak saudara dipecah belah, karena umat Islam itu semu. Tidak memiliki kekuatan,”katanya dan mengharapkan hal tersebut harus terus memperbaiki baik dari segi pendidikan, pengalaman, keagamaan dan ekonomi.

Suryadharma juga mengakui salah satu upaya yang dapat dilkukan dengan mengembangkan ekonomi umat. “Ini saat tepat, untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Jangan tergantung pada siapa pun, tapi berpeganglah pada agama. Karena agama punya instrument kuat untuk lepaskan kemiskinan. Kita punya alat, cuman alat itu belum dipergunakan sebaik-baiknya. Alat itu infaq, sadaqah dan zakat,”terangnya.

Dia juga menambahkan, beberapa waktu lalu setelah melaunching wakaf uang yang dilakukan presiden RI, Soesilo Bambang Yhudhoyono (SBY). Dalam kesempatan tersebut, SBY meminta agar Dana Abadi Umat (DAU) yang nilainya mencapai Rp 1,7 triliun dikelola dengan baik. Selain itu, lanjut Suryadharma masih ada dana yang berpotensi untuk dikelola dalam mengembangkan ekonomi umat dengan pemanfaatan dana senilaiRp 17,1 triliun dari 850 ribu orang tabungan haji.Tabungan ini merupakan dana umat Islam yang terkumpul dari tabungan para jamaah yang mengantri menunaikan ibadah haji.

Kemudian masih juga dana tambahan dari senilai Rp 1,1 triliun dari umat Islam yang baru mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji sebanyak 55 ribu orang. Sehingga total dana tabungan haji yang potensial untuk dikelola ini mencapai Rp 18,1 triliun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi umat, jika dikelola dengan baik, akuntabel serta transparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by NdyTeeN Redesign Mung Bisnis