Bayu rahmad putra: Madani Online
Kota Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia tahun ini akan memiliki pusat perdagangan dan jasa (bisnis). Pusat bisnis ini akan menyediakan informasi mengenai perdagangan dan jasa di Kota Medan serta produk-produk unggulan Kota Medan baik berskala lokal, nasional bahkan internasional.
"Tahun ini sudah dianggarkan untuk pembuatan pusat bisnis tersebut, diharapkan bisa segera terealisasi untuk memajukan bisnis di Kota Medan dan mempromosikan potensi bisnis baik perdagangan maupun jasa ke khalayak raya termasuk pelancong yang datang ke Kota Medan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan T Basyrul Kamalli, kepada wartawan seusai mengikuti rapat pembahasan R-APBD, di Gedung DPRD Medan, Selasa (12/1).
Dikatakannya, untuk merealisasikan pusat bisnis tersebut dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan tahun 2010, Disperindag telah mengusulkan dana sebesar Rp40 juta. Pusat bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan promosi produk unggulan dan menjadikannya lebih dikenal baik secara nasional hingga internasional.
"Produksi pelaku usaha di Kota Medan sebenarnya tidak kalah bagusnya dengan produk-produk lain di Indonesia, bahkan untuk beberapa produk sudah ada yang menembus pasar ekspor. Namun, hingga saat ini belum ada wadah yang menyajikan produk-produk tersebut dalam satu tempat yang bisa dikunjungi bagi peminatnya maupun investor yang mungkin ingin berinvestasi," ungkapnya. Basyrul menambahkan pusat bisnis tersebut
direncanakan berada di seputar kawasan pusat perbelanjaan Medan Fair. Rencana pemilihan tempat ini, ungkapnya telah diketahui dan disetujui oleh Pejabat (Pj) Walikota Medan Rahudman Harahap. Namun, untuk jadwal realisasinya masih menunggu dulu pengesahan R-APBD 2010 dan hal-hal terkait lainnya.
Selain membuat pusat bisnis, lanjut Basyrul, Disperindag juga memprogramkan peningkatan dan efektifitas produksi home industry di Kota Medan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing produk dan kualitas serta kuantitas produksi. "Hal ini akan kami lakukan melalui dana perkuatan modal UMKM yang saat ini juga sedang diusulkan. Artinya nanti, dalam waktu yang lebih singkat home industry bisa memproduksi lebih banyak dengan kualitas yang lebih bagus," tambahnya.
Program tersebut mendapat respod positif dari DPRD Medan, semisal Aripay Tambunan seraya menyarankan agar promosi yang dilakukan benar-benar terarah dan bermanfaat bagi pelaku industri dan juga konsumen. Langkah ini, lanjut Aripay juga harus menjadi upaya bagaimana mengoptimalkan pasar dalam menghadapi perdagangan bebas yang sudah mulai berlaku khususnya di kawasan Asean dengan China.
"Kalau terprogram dengan baik tentu akan menjadikan produk Kota Medan lebih mampu bersaing. Namun demikian, perlu upaya-upaya yang lebih konkrit terkait bagaimana menghadapi era perdagangan bebas," katanya.
Januari 12, 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar