Januari 12, 2010

Mensos RI : "Seluruh Suami Harus Bertutur Kata yang Baik"

Madani Online

Arafat: Madani Online

Dengan kejadian seperti ini, kepada seluruh masyarakat khususnya suami agar bertutur kata yang penting, baik dan manusiawi. "Sudah ada anak pun masih muncul saja bahasa gila, anak pun tidak tau mungkin apa artinya itu gila, sehingga terjadi lah hal seperti ini. Nah disini lah penting penyuluhan untuk mengantisipasi hal-hal yangtidak dinginkan," kata Mentri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Salim Segaf Al Jufri, selasa (12/1) sore sekira pukul 15.00 Wib mendatangi RS Santa Elisabeth usai menjenguk korban KDRT di Nias.

Ketika wartawan menanyakan kembali apakah ada tindakan prioritas yang dilakukan pemerintah terlebih kejadian ini terjadi di Nias, Salim menjelaskan, bukan hanya di Nias saja, akan tetapi ini merupakan kerjaan di wilayah dirinya. "Kalau itu terjadi sering di Nias, saya pikir perlu prioritas. Apakah itu sering terjadi di Nias dan yang saya sering dengar-dengar ada beberapa kejadian namun tidak separah dengan kejadian ini," imbuhnya.

Hal ini meruapakan pelajaran buat masyarakat lainnya juga. "KIta tidak hanya fokus di satu rumah ini saja, tapi kita lihat ada sesuatu yang tidak sehat di beberapa titik dimasyarakat kita dan ini dibutuhkan penyuluhan," pungkasnya sambil meninggalkan wartawan.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri Pj Walikota Medan, Drs Rahudman Harahap MM, Wakil Gubernur Sumut, Gatot Pujonugrho ST, Kepala Baperassdasu, Syaiful Syafri, Kepala Dinsos Sumut, Nabari Ginting, Humas Pemko Medan, Drs Anas Hasbuan MAP dan berserta rombongan lainnya.

Sekedar mengingatkan, Korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Ferida Ndru anak perempuan berusia 7 tahun warga Kampung Fatodano Kecamatan Ullugawo Kabupaten Nias, tiba di Rumah Sakit Umum Elisabeth Medan guna mendapatkan perawatan intensif karena dkelewang oleh ibunya sendiri.

Dalam aksi kekerasan tersebut, tersangka SN selaku dari ibu enam orang anak ini tega membantai anaknya sendiri karena sakit hati diolok-olok gila oleh anaknya sendiri sehingga pada 25 Desember 2009 lalu, SN nekat membantai lima dari enam anaknya tersebut.

Akibat tindakkan kekerasan yang dilakukan oleh SN, ketiga anaknya yakni Ferina, Fonaha dan Ferius tewas seketika, sedangkan Folo”o dan Ferida mengalami kritis serta seorang bayi selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by NdyTeeN Redesign Mung Bisnis