Madani OnlineM Tazli Syahputra: Madani Online
Buruknya cuaca akhir-akhir ini, membuat harga ikan segar melonjak. Sebagai alternative, orang memilih ikan asin demi penghematan belanja rumah tangga. Akibatnya, permintaan ikan asin pun naik pesat, (12/1).
“Meski pun belum kering, yang di sini rata-rata sudah dipesan. Sore nanti, para pemesan akan mengambilnya,” kata Sadek.
Kepada Madani Online, pekerja di usaha kecil ini mengatakan, memang permintaan ikan asin di pasaran tidak stabil. Itu semua bergantung pada ikan segar, kalau ikan segar harganya melonjak seperti sekarang ini, makan pesanan ikan asin pun bertambah.
Warga Jalan Pulau Seram, Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan rata-rata memiliki usaha pengolahan ikan asin. Di Kampung Kurnia Kelurahan Belawan Bahari, rata-rata orang menggeluti usaha ini sejak tahun 90 an.
Sadek menuturkan. Biasanya, para pengusaha ikan asin, siang hari pergi ke Gabion untuk membeli ikan dari nelayan Pukat PI (Katrol 1000 ton) yang melaut selama 12 hari. Harga ikan, berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kg. Jenisnya pun berbeda, ada Gulama, Cincaru dan Selar Kuning.
“Untuk jenis asin Gulama belah, setelah dicuci biasanya, diupahkan kepada anak-anak untuk membelahnya. Mereka diupah, Rp 1.000 per kg nya. Untuk penjemuran juga diupah, Rp 2.000 per bin (keranjang kotak ikan, red),” bilang Sadek.
Setengah hari saja sudah kering dan siap dijual. Biasanya, masih baru dijemur pun, pembeli pun berdatangan untuk memesan. Jadi, siapa cepat dia dapat, tambahnya.
Saat seperti ini, satu hari biasa di angkut pemesan sampai 10 ton dalam satu rumah usaha. Namun, jika harga ikan segar turun, permintaan berkisar 2 ton.
Ditanya mengenai harga, Sadek menuturkan, untuk harga Gulama belah paling rendah Rp12.000, paling tinggi Rp. 13.000, naik turun harganya. Begitu pula yang bulat dari Rp 15.000 terkadang sampai Rp 17.500 per kg nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar